Varian Covid-19 B.1.617 dari India Sudah Ada di Indonesia!

Varian Covid-19 B.1.617 dari India Sudah Ada di Indonesia! – Seperti yang kita ketahui varian covid-19 B.1.617 berasal dari India. Dan Varian Covid-19 dari India B.1.617 telah terdeteksi di Indonesia beberapa waktu lalu. Diketahui, 10 orang telah terpapar varian Covid-19 tersebut, enam di antaranya tertular dari luar negeri. “Soal mutasi virus baru yang menyebabkan kasus di India meningkat, bahwa virus itu juga sudah masuk di Indonesia. Diketahui, varian baru Covid-19 itu menyebabkan India berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Ratusan ribu kasus infeksi dilaporkan setiap harinya, sehingga mengakibatkan ruang perawatan, kamar mayat, dan krematorium penuh.

Berikut informasi seputar varian B.1.617 yang perlu diketahui: Apa itu mutasi B.1.167? Melansir Reuters, varian B.1.167 berisi dua mutasi kunci pada bagian luar virus yang menempel pada sel manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, garis keturunan utama B.1.617 pertama kali diidentifikasi di India Desember lalu, meskipun versi sebelumnya juga terlihat pada Oktober 2020. WHO telah mendeskripsikannya sebagai “variant of interest”, sehingga memberi kesan bahwa dia mungkin memiliki mutasi yang akan membuat virus lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah atau menghindari kekebalan vaksin.

Ada dua alasan varian ini disebut sebagai “mutasi ganda”. Pertama, B.1.167 memiliki mutasi (berlabel L452R) yang juga terdapat pada strain dominan di California. Kedua, B.1.617 memiliki mutasi serupa (disebut E484Q) seperti mutasi yang ada pada varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan Brasil. Bukti awal menunjukkan bahwa B.1.617 lebih menular daripada jenis virus sebelumnya, seperti dikutip dari NPR. Sebuah penelitian menemukan, mutasi L452R dapat meningkatkan kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia di laboratorium. Varian di California, pembawa mutasi yang sama, sekitar 20 persen lebih mudah ditularkan daripada jenis virus yang lebih tua. B.1.617 juga menyebar dengan cepat di India.

Selama beberapa bulan terakhir, telah menjadi strain yang dominan di negara bagian Maharashtra. Namun, WHO tidak bisa memastikan apakah varian itu benar-benar berperan dalam lonjakan kasus di India. Senada dengan WHO, ilmuwan penyakit menular dari Scripps Research Institute Kristian Andersen mengatakan, tidak ada yang tahu pasti apakah B.1.617 lebih dapat ditularkan dan dengan demikian mendorong lonjakan India. Beberapa penelitian telah mengaitkan dua mutasi kunci pada B.1.617 dengan peningkatan kemampuan virus untuk menghindari sistem kekebalan.

Kepala penasihat medis Gedung Putih Anthony Fauci mengatakan, bukti awal dari penelitian laboratorium menunjukkan bahwa Covaxin, vaksin yang dikembangkan di India, tampaknya mampu menetralkan varian tersebut. Ada juga tanda-tanda bahwa orang yang sudah pernah menderita Covid-19 dapat lebih mudah terinfeksi kembali dengan varian ini. Infeksi ulang ini mungkin mendorong lonjakan ledakan kedua ini di India. “Fakta bahwa jumlah kasus turun di India selama 2020 dengan jarak sosial terbatas membuat saya khawatir penurunan itu terkait dengan berkurangnya jumlah orang yang rentan,” kata peneliti dari Cambridge University Ravi Gupta.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *