Badak Putih Utara Hampir Punah, Sisa 2 Ekor di Dunia

Badak Putih Utara Hampir Punah, Sisa 2 Ekor di Dunia – Badak Putih Utara ramai menjadi perbincangan warganet di media sosial. Hewan langka ini disebut telah punah. “Badak Putih Utara, Punah! Bertahan selama 55 juta tahun di Bumi, saksi dari perubahan bumi, merasakan seleksi alam yang hebat, namun tidak dapat bertahan dari ganasnya Manusia. Selanjutnya hewan apa yang punah atas ganasnya manusia? Komodo? Harimau Sumatera?

Mengenal badak putih utara, badak putih memiliki nama ilmiah Ceratotherium simum. Hewan mamalia ini merupakan pemakan tumbuhan atau herbivora. Berat badak putih antara 1,6 sampai 4 ton. Sebenarnya, baik badak putih maupun badak hitam memiliki warna yang sama, yaitu abu-abu. Perbedaannya ada pada bentuk bibir mereka. Badak hitam memiliki bibir atas yang runcing, sedangkan badak putih memiliki bibir persegi.

Akibat bentuk bibirnya, badak putih lebih sering mendapat sumber makanan dari rerumputan. Saat mencari makan, dia akan berjalan dengan kepala besar dan bibir perseginya diturunkan ke tanah. Badak putih hidup berkelompok di dataran berumput Afrika. Betina badak putih bereproduksi hanya setiap 2,5 sampai 5 tahun sekali.

Berbeda dengan badak lainnya, badak putih memiliki dua cula. Tanduk badak tumbuh sebanyak tiga inci dalam setahun. Betina menggunakan tanduk mereka untuk melindungi anak-anak mereka, sementara jantan menggunakannya untuk melawan penyerang.

Cula badak kerap diburu dan diperdagangkan secara ilegal. Hal ini menjadi awal dari kepunahan badak putih tersebut. Culanya digunakan untuk obat-obatan di China, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura.

Sementara, di Afrika Utara dan Timur Tengah cula badak sering digunakan sebagai pegangan belati hias. Penggunaan komersial serta krisis lingkungan hidup, membuat keberadaan badak semakin terancam. Pada 2018, hanya tersisa badak putih utara di dunia. Dua betina dan satu jantan.

Namun, badak jantan yang diberi nama Sudan mati di usia yang ke-45. Dia mati karena tua. Badak putih utara pun dinyatakan punah di tahun itu. Kematian Sudan menjadi penegas bahwa badak putih utara punah.

Pentingnya Edukasi dan Rehabilitasi Upaya penyelamatan dari kepunahan Dua badak putih utara yang tersisa bernama Najin dan Fatu. Mereka kini hidup di Konservasi Ol Pejeta di Laikipia di Kenya, Afrika. Para ilmuwan di seluruh dunia kini sedang mencari cara agar bisa memulihkan status punah dari badak putih utara.

Caranya adalah dengan menggunakan telur yang dipanen oleh dua betina dan sperma yang dikumpulkan dari kulit putih utara jantan yang disimpan sebelum mereka mati. Embrio akan dibuahi secara artifisial dan kemudian ditanamkan ke badak putih selatan pengganti.

“Dalam hal mendapatkan telur yang ditanamkan kembali ke badak putih selatan pengganti untuk membuat kehamilan badak putih utara, kami masih jauh dari mampu melakukan itu,” kata Richard Vigne, Direktur Manajer Konservasi Ol Pejeta. Tahun 2020, tiga embrio berhasil dibuat.

Sayangnya, pandemi virus corona menyebabkan penundaan. Sementara itu, kedua badak sudah semakin tua. Najin sekarang berusia 32 tahun dan telurnya mungkin akan tidak lagi layak. Sementara, Fatu berusia 21 tahun. Namun, harapan masih ada untuk memulihkan status kepunahan badak putih utara.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *