Marcos Rojo Rusuh Setelah Boca Juniors Tersingkir dari Copa Libertadores

Marcos Rojo Rusuh Setelah Boca Juniors Tersingkir dari Copa Libertadores – Mantan pemain Manchester United, Marcos Rojo, berbuat rusuh setelah tim yang dibelanya, Boca Juniors, tersingkir dari Copa Libertadores. Boca Juniors tersingkir dari pertandingan Copa Libertadores setelah ditaklukkan Atletico Mineiro 1-3 lewat adu penalti pada babak 16 besar.

Pertandingan leg kedua babak gugur itu, yang dimainkan di kandang Atletico Mineiro, Stadion Mineirao, harus diselesaikan lewat adu penalti karena setelah dua leg, kedua kubu hanya bisa bermain imbang tanpa gol.

Dalam adu penalti, hanya Marcos Rojo yang berhasil mencetak gol untuk Boca Juniors, sedangkan tiga penendang lainnya, Sebastian Villa, Esteban Rolon, dan Carlos Izqueridoz, gagal. Adapun Atletico Mineiro berhasil mencetak tiga gol dalam adu penalti lewat sepakan Ignacio Fernandez, Junior Alonso, dan Everson.

Sementara itu, ada dua penendang Ateltico Mineiro yang gagal, yakni Hulk dan Hyoran. Setelah pertandingan para pemain Boca Juniors terlihat menghampiri wasit yang bertugas, Esteban Ostojich. Pemain Boca Juniors melakukan hal tersebut karena merasa Esteban Ostojich telah membuat kesalahan dengan menganulir gol yang mereka buat pada pertandingan leg kedua.

Petugas keamanan pertandingan langsung mengambil tindakan begitu melihat wasit diserbu pemain Boca Juniors. Adapun tindakan yang diambil adalah mengamankan wasit ke ruang ganti Atletico Mineiro. Pemain Boca Juniors yang masih diselimuti amarah pun akhirnya mengejar wasit ke ruang ganti Atletico Mineiro. Aksi tersebut sempat mendapat hadangan dari petugas keamanan pertandingan.

Namun, pemain Boca Juniors tetap berusaha menerobos sehingga ketegangan antara pemain dengan petugas keamanan pun tidak terhindarkan. Marcos Rojo, yang pernah bermain untuk Manchester United antara 2014 sampai 2021, juga terlibat dalam kerusuhan itu. Keterlibatan Marcos Rojo pun tidak main-main.

Bek yang kini berusia 31 tahun itu berusaha berbuat rusuh dengan mengambil alat pemadam kebarakan dan mencoba melemparnya. Akan tetapi, aksi itu dihentikan oleh pemain Boca Juniors yang lain dengan merebut alat pemadam kebakaran dari tangan Marcos Rojo. Tidak lama setelah kerusuhan pecah, petugas kepolisian Brasil langsung turun tangan.

Setelah berhasil meredakan kerusuhan, kepolisian Brasil pun langsung mengadakan investigasi dan telah menetapkan tiga pemain Boca Juniors sebagai tersangka. Hasilnya, tiga pemain Boca Juniors ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan tersebut. Kabar itu sendiri dikonfirmasi oleh salah satu petugas kepolisian Brasil bernama Santiago Mayor.

“Komisaris pertandingan memberi tahu kami bahwa ada agresi dan itu segera mengaktifkan intervensi kami,” kata Santiago Mayor. “Saat ini ada tiga pemain yang telah diidentifikasi sebagai agresor dan didakwa dengan gangguan sipil.” “Kami saat ini masih melihat video pengawasan untuk melihat apakah ada orang lain yang terlibat,” kata Mayor menambahkan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *