Gunung Merapi Kembali Erupsi, Hujan Abu, dan Imbauan untuk Masyarakat…

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Hujan Abu, dan Imbauan untuk Masyarakat…– Gunung Merapi kembali mengeluarkan serangkaian guguran awan panas pada Minggu (8/8/2021). Mengutip laporan BPPTKG, guguran awan panas terjadi pada pukul 4.58 WIB, 7.29 WIB, 7.46 WIB, dan terakhir pukul 8.32 WIB. Akibat guguran awan panas yang dikeluarkan Merapi hari ini, terjadi hujan abu tipis di sejumlah lokasi. Hujan abu terjadi di beberapa wilayah Boyolali akibat erupsi Gunung Merapi pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter. Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida membenarkan terjadinya fenomena hujan abu akibat guguran awan panas yang dikeluarkan Merapi hari ini.

“Betul, dampaknya adalah adanya abu vulkanik. Sebarannya ada di sisi Barat-Barat Laut Merapi,” kata Hanik. Hanik menambahkan, saat ini Merapi sudah berhenti mengeluarkan guguran awan panas. “Sekarang sudah tidak ada awan panas lagi.Terkait dengan aktivitas Merapi selalu kami update,” kata Hanik, dengan peristiwa awan panas guguran Merapi yang terjadi hari ini, BPPTKG mengeluarkan sejumlah imbauan untuk masyarakat. Dia menyebutkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. “Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,”kata Hanik. Hanik mengimbau masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi. Sementara itu, penambangan di alur sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III saat ini direkomendasikan untuk dihentikan. Begitu juga dengan pelaku wisata, yang direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Merapi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *