Aplikasi PeduliLindungi Jadi Alat Pembayaran Digital, Benarkah ?

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Alat Pembayaran Digital, Benarkah ? – Aplikasi PeduliLindungi saat ini menjadi syarat di sejumlah fasilitas publik selama masa pandemi Covid-19. Bahkan, muncul wacana aplikasi tersebut tidak sebatas sebagai syarat penerapan protokol kesehatan, namun juga bisa menjadi aplikasi pembayaran digital. Lantas, benarkah aplikasi PeduliLindungi akan menjadi aplikasi pembayaran digital yang disediakan oleh pemerintah?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dia ingin penggunaan aplikasi PeduliLindungi diperluas ke semua kegiatan. “Jadi ini sekarang sudah melebar nanti, mungkin kita coba masukkan ke digital PeduliLindungi platform yang macam saja bisa masuk,” kata Luhut. Selama ini aplikasi PeduliLindungi banyak digunakan sebagai syarat untuk beraktivitas di fasilitas umum, seperti ke mal, supermarket, naik pesawat dan lain sebagainya.

Menurut Luhut, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia juga bertransformasi lebih baik, dibandingkan dari 7 atau 10 tahun yang lalu. “Semua kegiatan kita nanti akan jalan dengan aplikasi PeduliLindungi, tujuannya untuk memastikan di lokasi tersebut semuanya negatif Covid-19 atau semuanya sudah divaksin,” kata Luhut di kesempatan lain. Selain itu, gencarnya melakukan 3T atau testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan) juga diperlukan.

Begitu pula dengan mempercepat vaksinasi Covid-19. Luhut pun meminta untuk semua tempat umum bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi, terutama di simpul-simpul transportasi seperti bandara. Sebab lewat platform ini semua data terkait Covid-19 akan terkoneksi. Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 30 juta pengguna aplikasi PeduliLindungi. Jumlah ini tentu akan terus meningkat karena adanya kewajiban penggunaan aplikasi ini di area-area publik.

Dia meyakini, seiring dengan gencarnya vaksinasi dan penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat umum, akan mendorong jumlah pengguna aplikasi tersebut mencapai ratusan juta di akhir tahun. “Aplikasi ini akan membuat Indonesia lebih efisien dan efektif, dan akan membantu kita bernavigasi di tengah badai Covid-19 yang enggak tahu kapan berakhirnya,” kata Luhut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *